PENGOLAHAN DATA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Statistika Dasar
Dosen : Jajang Rahmatudin M.Pd




Description: Description: Description: http://www.umc.ac.id/wp-content/uploads/2014/07/LogoUMC-1024x1018.png





Disusun oleh :
ASEP LUQMAN FIRMANSYAH
150631006
PIPIT DIAH SAPITRI
150631005

PROGRAM SARJANA
PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
2017


A.    Pengertian Ukuran Tendensi Sentral Beserta Macam - macamnya
Menurut Saleh (1998 : 13-14), pengukuran nilai sentral merupakan suatu usaha yang ditujukan untuk mengukur besarnya nilai rata-rata dari distribusi data yang telah diperoleh dalam penelitian tersebut. Untuk mengukur besarnya nilai rata-rata, maka perlu dibedakan secara jelas pengelompokkan data tersebut ke dalam data yang berkelompok (Group Data) atau data yang tidak berkelompok (Un-group Data).
Di samping pengelompokkan data, perlu dipertimbangkan pula metode penelitian yang dilakukan dalam pengumpulan datanya, apakah berdasarkan populasi atau data sampel. Apabila penelitian dilakukan berdasarkan populasi, maka sifat-sifat (karakteristik) dari populasi tersebut disebut sebagai parameter, tetapi bila penelitian dilakukan dengan data sampel maka sifat-sifat (karakteristik) dari sampel tersebut disebut sebagai statistik. Jadi pada dasarnya statistik dipergunakan untuk menarik kesimpulan terhadap sifat-sifat populasi yang sebenarnya berdasarkan hasil pengamatan data sampel.
Besarnya ukuran (nilai) rata-rata dapat dibedakan ke dalam berbagai jenis pengukuran yang masing-masing memiliki sifat yang sangat berbeda. Ukuran rata-rata yang biasanya digunakan dapat dibedakan menjadi :
1. Rata-rata hitung (Mean)
2. Median
3. Modus
Dalam pengukuran nilai-nilai diatas sebenarnya perlu dibagi ke dalam 2 jenis data yang dapat dibedakan menjadi un group data (data tak berkelompok) dan group data (data berkelompok). Yang dimaksud dengan group data adalah sejumlah data tertentu yang memungkinkan dibuat ke dalam jumlah kelas tertentu dan interval kelasnya.
Riduwan (2010 : 101) menyatakan pengukuran tendensi sentral (pengukuran gejala pusat) dan ukuran penempatan (ukuran letak sebagai pengembangan dari beberapa penyajian data yang berbentuk tabel, grafis dan diagram). Pengukuran tendensi sentral dan ukuran penempatan digunakan untuk menjaring data yang menunjukkan pusat atau pertengahan dari gugusan data yang menyebar. Harga rata-rata dari kelompok data itu, diperkirakan dapat mewakili seluruh harga data yang ada dalam kelompok tersebut.ukuran data sampel dinamakan statistik sedangkan ukuran populasi dinamakan parameter. Pengukuran tendensi sentral terdiri dari rata-rata hitung (mean), rata-rata ukur, rata-rata harmonik, modus (mode) sedangkan ukuran penempatan terdiri dari median, kuartil, desil, persentil.

B.     Rata-rata Hitung (Mean)
Saleh (1998 : 14) mengatakan mean menunjukkan nilai rata-rata dan pada data yang tersedia dimana nilai rata-rata hitung merupakan penjumlahan bilangan/nilai daripada pengamatan dibagi dengan jumlah pengamatan yang ada. Menurut Siregar (2010 : 20) Rata-rata hitung adalah jumlah dari serangkaian data dibagi dengan jumlah data. Sedangkan menurut Rachman (1996 : 15) Mean adalah jumlah nilai dibagi dengan jumlah/banyaknya individu. Jadi dapat disimpulkan bahwa Rata-rata hitung adalah jumlah dari seluruh data dibagi dengan jumlah/banyaknya data.
1.      Mean Aritmetik
a.       Data tunggal
b.      Berikut adalah rumus mean data tunggal menurut Siregar (2010 : 20)


Keterangan :
 𝑥̅ = mean
𝑥𝑖 = nilai tiap data
n = jumlah data

Contoh soal :
Apabila ada 6 orang mahasiswa menikuti tes dengan nilai masing-masing 80,70,90,50,85,60 carilah nilai rata-rata hitungnya (mean)

Penyelesaian !

c.       Data berkelompok
Rumus mean untuk data berkelompok menurut Syofian Siregar (2010 : 21-23) adalah

Keterangan :
𝑡𝑖 = titik tengah kelas ke i
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke i
𝑥̅ = mean

Contoh soal:
Diketahui nilai ujian mata kuliah statistika untuk kelas Selasa pagi ruang R.506 di Fakultas Komunikasi Universitas “Z” yang diikuti oleh 65 orang mahasiswa adalah sebagai berikut

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai Ujian Statistika
Kelas
Interval Kelas
Frekuensi
1
25-34
6
2
35-44
8
3
45-54
11
4
55-64
14
5
65-74
12
6
75-84
8
7
85-94
6

Jumlah
65

Berapakah nilai rata-rata hitung untuk nilai statistika ?

Penyelesaian :
No.
Interval Kelas
Titik tengah
(ti)
Frekuensi
(fi)
Perkalian
(ti.fi)

25-34
29,5
6
177

35-44
39,5
8
316

45-54
49,5
11
544

55-64
59,5
14
833

65-74
69,5
12
834

75-84
79,5
8
636

85-94
89,5
6
537

Jumlah               
                                65
3877

                                               










C.    Modus
Riduwan (2010 : 115) mengatakan bahwa Modus ialah nilai dari beberapa data yang mempunyai frekuensi tertinggi baik data tunggal maupun data yang berbentuk distribusi atau nilai yang sering muncul dalam kelompok data. Sedangkan Rachman (1996 :18) berpendapat bahwa dalam sebaran frekuensi tunggal, Modus adalah nilai variabel yang mempunyai frekuensi tertinggi dalam sebaran dan frekuensi bergolong modus secara kasar adalah titik tengah interval kelas yang mempunyai frekuensi tertinggi dalam sebaran. Menurut Saleh (1998 : 20), modus merupakan suatu pengamatan dalam distribusi frekuensi yang memiliki jumlah pengamatan dimana jumlah frekuensiya paling besar/paling banyak. Menurut Usman dan Akbar (2008 : 93) jika nilai yang muncul itu hanya ada satu macam saja, maka modus tersebut dinamakan unimodel. Dan jika nilai yang muncul ada dua macam, maka modus tersebut dinamakan bimodal. Jadi dapat disimpulkan bahwa modus adalah nilai dari beberapa data yang memiliki frekuensi tertinggi baik terbanyak dalam pengamatan.
1.      Data tunggal (tak berkelompok)
Siregar (2010: 30) menyatakan menghitung modus dengan data tunggal dilakukan dengan sangat sederhana ,yaitu dengan cara mencari nilai yang paling sering muncul diantara sebaran data.

Contoh soal :
Diketehui ujian UTS untuk pelajaran statistika untuk 10 orang mahasiswa, adalah sebagai berikut : 50,40,70,75,75,80,75,30,75,80.

Penyelesaian
Modus nilai UTS pelajaran statistika, yaitu pada nilai 75, karena muncul 4 kali.

2.      Data kelompok
Berikut adalah rumus modus untuk data kelompok
Keterangan :
Mo = modus
Bb = batas bawah kelas yang mengandung nilai modus
P = panjang kelas
F1 = selisih antara nilai frekuensi di kelas modus (f) dengan frekuensi sebelum kelas modus (fsb)
F2 = selisih antara nilai frekuensi di kelas modus (f) dengan frekuensi sesudah kelas modus (fsd)
Siregar (2010 : 31-32)

Contoh soal :
Diketahui nilai ujian mata kuliah statistika untuk kelas Selasa pagi ruang R.506 di Fakultas Komunikasi Universitas “Z” yang diikuti oleh 65 orang mahasiswa adalah sebagai berikut

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai Ujian Statistika
Kelas
Interval Kelas
Frekuensi
1
25-34
6
2
35-44
8
3
45-54
11
4
55-64
14
5
65-74
12
6
75-84
8
7
85-94
6

Jumlah
65
Berapakah modus dari nilai statistika ?
Penyelesaian
a. Mencari nilai frekuensi (f) yang terbanyak, yaitu sejumlah 14. Sehingga nilai modus terletak di interval kelas ke-4.
b. Menentukan batas bawah kelas modus (Bb)
Bb = 55 – 0,5 = 54,5
c. Menentukan panjang kelas modus
P = 55 sampai 64 = 10
d. Menghitung nilai F1
F1 = f – fsb = 14 – 11 = 3
e. Mengitung nilai F2
F2 = f – fsd = 14-12 = 2
f. Menghitung nilai modus

Jadi nilai modusnya adalah 60,5




D.    Median
Median adalah suatu nilai yang membatasi 50% frekuensi distribusi bagian bawah dengan 50% frekuensi distribusi bagian atas (Rachman, 1996 : 19). Menurut Saleh (1998: 16), median merupakan ukuran rata-rata yang pengukurannya didasarkan atas nilai data yang berada ditengah-tengah distribusi frekuensinya. Sedangkan menurut Siregar (2010 : 32), median ialah nilai tengah dari gugusan data yang telah diurutkan (disusun) dari data terkecil sampai data terbesar atau sebaliknya dari data terbesar sampai data terkecil. Jadi dapat disimpulkan bahwa median adalah nilai tengah dari data yang terlebih dahulu diurutkan dari data yang terkecil sampai data yang terbesar ataupun dari data yang terbesar sampai data yang terkecil.
1.                  Data tak berkelompok
Rumus Median data tak berkelompok menurut Siregar (2010 : 32-33),
Letak median =

 Contoh soal :
Data ganjil : 50, 40, 70, 75, 75, 80, 65, 30, 75
Langkah-langkah menjawab :
a. Urutkan data dari terkecil sampai besar : 30, 40, 50, 65, 70, 75, 75, 75, 80
b. Cari posisi median dengan menggunakan rumus
Letak Median =  (posisi Median pada data ke-5)
sehingga nilai , Me = 70

Data genap : 50, 40, 70, 75, 75, 80, 65, 30, 75, 95
a.       Urutkan data dari terkecil sampai terbesar : 30, 40, 50, 65, 70, 75, 75, 75, 80, 95
b.     Cari posisi median dengan menggunakan rumus 
Letak median =  (posisi Me pada data ke- 5,5)
                      
Jadi Me =  

2.                  Data berkelompok
Rumus Median data tak berkelompok
 
Keterangan :
Me = median
𝐵𝑏 = batas bawah kelas yang mengandung kelas median
𝑝 = panjang kelas
𝑛 = jumlah data
𝑓 = banyak frekuensi kelas median
𝑗𝑓 = jumlah dari semua frekuensi kumulatif sebelum kelas median
Siregar (2010 : 33-35)


Contoh soal :
Diketahui nilai ujian mata kuliah statistika untuk kelas Selasa pagi ruang R.506 di Fakultas Komunikasi Universitas “Z” yang diikuti oleh 65 orang mahasiswa adalah sebagai berikut
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai Ujian Statistika
Kelas
Interval Kelas
Frekuensi
1
25-34
6
2
35-44
8
3
45-54
11
4
55-64
14
5
65-74
12
6
75-84
8
7
85-94
6

Jumlah
65


Hitunglah nilai median dari nilai statistik ?
Langkah-langkah menjawab :
a.       Cari nilai interval yang mengandung unsur median dengan rumus
b.      Langkah selanjutnya adalah menentukan kelas median dengan cara menjumlahkan nilai frekuensi dari kelas awal sampai dengan kelas yang menunjukkan hasil penjumlahan mencapai nilai 32,5 atau lebih (6 + 8 + 11 +14 = 39). Jadi median terletak di kelas ke-4
c.       Menentukan batas bawah kelas median (Bb)
Bb = 55 – 0,5 = 54,5
d.      Menentukan panjang kelas median
P = 55 sampai 64 = 10
e.       Menentukan jumlah frekuensi di kelas median (f) = 14
f.       Carilah jumlah semua frekuensi kumulatif di bawah kelas median
𝑗𝑓 = 6 + 8 + 11 = 25
g.      Menghitung nilai median dengan rumus
 
 

Jadi median dari data tersebut adalah 59,86











KESIMPULAN

1.      statistik dipergunakan untuk menarik kesimpulan terhadap sifat-sifat populasi yang sebenarnya berdasarkan hasil pengamatan data sampel.
2.      Rata-rata hitung (Mean) adalah jumlah dari seluruh data dibagi dengan jumlah/banyaknya data.
3.      modus adalah nilai dari beberapa data yang memiliki frekuensi tertinggi baik terbanyak dalam pengamatan.
4.      median adalah nilai tengah dari data yang terlebih dahulu diurutkan dari data yang terkecil sampai data yang terbesar ataupun dari data yang terbesar sampai data yang terkecil.






















DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Purnomo Setiady dan Husaini Usman. 2006. Pengantar Statistika Edisi Kedua. Jakarta : PT Bumi Aksara
Akdon dan Riduwan .2013. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung : Alfabeta. Dajan, Anto, 1986. “Pengantar Metode Statistik Jilid II”. Jakarta : LP3ES . 
Vincent. 1989. Statistika. Armico:Bandung
Hamid, H.M. Akib dan Nar Herrhyanto. 2008. Statistika Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka. Harinaldi, 2005. “Prinsip-prinsip Statistik untuk Teknik dan Sains”. Jakarta : Erlangga.
Hasan, M. Iqbal. 2011. Pokok – Pokok Materi Statistika 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta :PT Bumi Aksara
Herrhyanto, Nar. 2008. Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Mangkuatmodjo, Soegyarto. 2004. Statistika Lanjutan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Pasaribu, Amudi. 1975. Pengantar Statistik. Gahlia Indonesia : Jakarta
Rachman,Maman dan Muchsin . 1996. Konsep dan Analisis Statistik. Semarang : CV. IKIP Semarang Press
Riduwan . 2010. Dasar-dasar Statistika. Bandung : Alfabeta.
Saleh,Samsubar. 1998. STATISTIK DESKRIPTIP. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Siregar,Syofian. 2010. Statistika Deskriptif untuk Penelitian Dilengkapi Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta : Rajawali Pers.
Somantri, Ating dan Sambas Ali Muhidin. 2006. Aplikasi statistika dalam Penelitian. pustaka ceria : Bandung
Subana,dkk. 2000. Statistik Pendidikan. Pustaka Setia:Bandung
Sudijono, Anas. 2008. Pengantar Statistik Pendidikan. Raja Grafindo Persada.Jakarta
Sudijono, Anas. 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Sudijono, Anas. 1987. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Sudjana, M.A., M.SC.2005. METODE STATISTIKA. Bandung: Tarsito
Usman, Husaini & Setiady Akbar, Purnomo.2006. PENGANTAR STATISTIKA. Yogyakarta: BUMI AKSARA.
Walpole, Ronald E, 1995. “Pengantar Statistik Edisi Ke-4”. Jakarta : PT Gramedia.